Senin, 13 Maret 2023

Teknik Promosi Buku

 Resume ke-           : 28

Gelombang            : 28

Hari /Tanggal         : Senin, 13 Maret 2023

Tema                      : Teknik Promosi Buku

Narasumber           : Akbar Zainudin, MM.,MNE.



Pertemuan hari ini saya sebut sebagai pertemuan 28 28, pertemuan ke-28 di gelombang 28 yang menandakan KGMN PGRI 28 tinggal 2 kali untuk capaian 30 resume. Materi yang dihadirkan TSO (Tim Solid Omjay) selalu sesuai kebutuhan penulis dan selalu jadi kejutan buat peserta. Pada pertemuan ini akan dipaparkan Teknik Promosi Buku.

Moderator mulai membuka pertemuan ini dan mempersilahkan narasumber  yang luar biasa. Beliau penulis buku yang luar biasa " Man Jadda Wajada". Beliau adalah Bapak  Akbar Zainudin untuk berbagi ilmu kepada kita semua:

Narasumber memasuki ruang belajar sembari menyapa selurih peserta yang masih setia dan bertahan di KBMN 28. Beliau juga tidak lupa menyampaika ucapan terimakasih kepada Tim Solid Om Jay dan moderator yang hebat Bapak Sim Chung Wei, S.P, beliau (moderator) juga penulis hebat alumni KBMN.

Tentang Narasumber :

Seperti dijelaskan diatas bahwa beliau penulis buku yang terkenal yang berjudul "Man Jadda Wajadda" buku solo beliau  yang pertama. Sebelumnya menulis beberapa buku antologi. Buku ini baru cetakan ke-13, beredar 55.000 eksemplar. Setelah Man Jadda Wajada, beliau menulis 15 buku dari tahun 2010 sampai sekarang. 

Sangatlah pantas jika beliau dikatakan sebagai motivator dan penulis buku-buku motivasi. Karena itu, yang ditulis hampir semuanya buku-buku tentang motivasi. Agar kalau orang dengar nama Akbar Zainudin, tidak jauh-jauh dari motivasi. Ada motivasi belajar, motivasi hidup, motivasi kerja, motivasi bisnis, motivasi menulis, dan juga motivasi agama. 

Buku beliau tentang menulis adalah UKTUB; Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Ini buku panduan menulis dari A sampai Z. Direkomendasikan pada seluruh peserta untuk memiliki buku ini, karena ada 150an alamat penerbit yang bisa dikirimi naskah, anggota IKAPI.

Buku ini menjadi materi pembelajaran DIKLAT MENULIS yang saya adakan selama pandemi ini. Sebagai trainer, beliau biasanya keliling ke berbagai tempat di Indonesia untuk menyebarkan semangat Man Jadda Wajada. Dan selama pandemi, beliau  melakukannya secara online. 

Narasumber  punya 4 hobi; mengajar, menulis, jalan-jalan, dan makan. Dari dulu beliau berpikir bagaimana bisa menjalankan 4 hal ini secara bersamaan. Alhamdulillah, sebagai trainer, keempat hal ini dilakukan hingga sekarang. Salah satu impian beliau adalah bisa keliling ke 34 Provinsi se-Indonesia. Alhamdulillah,  sampai sekarang baru keliling ke 33 Provinsi. Kurang 1 provinsi lagi, yaitu Papua. 

Buku terlaris kedua kedua adalah KETIKA SUKSES BERAWAL DARI PESANTREN. Ini adalah buku motivasi khusus buat santri dan santriwati. Menjadi laris karena memang beliau sebarkan bersama pelatihan motivasi untuk para santri dan santriwati seluruh Indonesia. 

Kalau di pesantren, materi pelatihan beliau umumnya ada dua; seminar motivasi dan pelatihan menulis buku. Seminar motivasi untuk seluruh santri agar betah di pesantren, punya impian besar, lebih menghormati guru dan orang tua. Untuk pelatihan menulis, biasanya dibuat teorinya tidak terlalu banyak, lalu dibuat praktik menulis. Hasil tulisan para santri diketik di komputer, lalu dijadikan sebagai buku antologi. 

Selain itu, buku terbaru beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man Jadda Wajada seri pertama. Buku untuk guru adalah GURU HEBAT MAN JADDA WAJADA. 

Berikut merupakan pemaparan dari narasumber tetntang Teknik Promosi Buku yang diambil dari buku beliau yang berjudul "UKTUB". Panduan Menulis buku dalam 180 hari.

Beliau mulai dari pertanyaan pemantik:

APA ITU PROMOSI BUKU ?

Promosi adalah cara kita memberikan informasi tentang produk kepada konsumen agar mereka tertarik dan mau membeli produk kita. Promosi buku adalah cara kita mengenalkan buku yang kita miliki kepada audiens kita agar mereka tertarik dan mau membeli. 

MENGAPA PROMOSI BUKU ITU PENTING

Promosi buku itu penting karena sebagus apapun buku kita kalau konsumen atau audiens tidak mengetahui produk kita, maka mereka tidak akan tertarik, apalagi mau membeli buku kita. 

Beberapa tujuan dari promosi buku adalah:
1. Membuat audiens mengenal (tahu) buku kita.
2. Membangkitkan kebutuhan konsumen untuk membeli buku kita. Bagaimana caranya yang tadinya          mereka tidak butuh, tetapi setelah kita promosikan menjadi butuh. 
3. Meyakinkan konsumen untuk membeli buku. 
4. Mengharapkan konsumen agar mau merekomendasikan buku kita kepada orang lain.

TUJUH PROGRAM PROMOSI BUKU. 

Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa program promosi yang bisa dilakukan. 

PERTAMA, LAUNCHING BUKU. 

Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit, bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku. 

Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya, tempatnya di toko buku Gramedia. Sekarang ini program launching buku semakin mudah. Dengan adanya Media Sosial, kita bisa melakukan program launching buku ini bahkan dari rumah. Bisa melalui FB, IG, ataupun Youtube.  Buat saja program LAUNCHING BUKU, live di FB, IG, atau Youtube. Undang kawan-kawan kita. Ajak mereka berpartisipasi. Launching buku kalau perlu setiap bulan. Kan ngga harus sekali. Bulan ini Launching Pertama, Bulan depan Launching kedua, ketiga, dan seterusnya. Kalau setiap bulan kita launching buku kita, setahun kita sudah 12 kali launching buku. Keren, kan?

KEDUA, BEDAH BUKU. 

Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan, perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya. 

Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat orang mengenal kita. Sekali lagi, yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA Grup, Zoom, dan sebagainya.

KETIGA, SEMINAR ATAU PELATIHAN

Lakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau  bukunya terkait motivasi dan menulis. Maka secara berkala menyelenggarakan seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.  Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis. Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA, Zoom, FB, IG, dan sebagainya.

KEEMPAT, MEMBANGUN KOMUNITAS

Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun komunitas bahasa. Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku. 

Narasumber sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis, santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali, sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat. Biasanya beliau bentuk di WA Grup.  Sesekali seminar melalui Zoom. 


KELIMA, MEMBANGUN JARINGAN RESELLER

Reseller adalah orang-orang yang mau menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan 20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000, kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk menjual.

Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2 minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual buku. 


KEENAM, JUALAN DI MARKETPLACE

Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi kita.  Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.

KETUJUH, MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL (Medsos) untuk promosi buku.
 
Manfaatkan sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.  Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing, baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita. Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka. Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca. Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang dalam membeli buku.

Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan. 

Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan memudahkan kita dalam proses menjual buku.

Narasumber kita sudah buatkan video pembelajaran tentang materi ini, yaitu 7 Cara Promosi Buku biar Jadi Best Seller..

Silakan dilihat videonya, jangan lupa share dan subscribe. 


Menyimak Video di atas kita dapat mengetahui lebih banyak tentang strategi promosi buku.

Demikian resume saya di pertemuan ke- 28 ini terkait materi "Teknik Promosi Buku"

Moga bermanfaat...
Salam Literasi....







Sabtu, 11 Maret 2023

Membuat Cover Buku Yang Menarik

 Resume ke-       : 27

Gelombang        : 28

Hari/Tanggal     : Jum'at, 10 Maret 2023

Tema                 : Membuat Cover Buku Yang Menarik

Narasumber      : Fajar Tri Laksono, M.Pd


           Pertemuan ini merupakan yang ke- 27 dari 30 kali pertemuan KBMN PGRI Gelombang 28. Artinya 3 pertemuan lagi persyaratan kelulusan KBMN ini saya selesaikan. Akhir-akhir ini sering terlambat buat resumenya karena dalam waktu yang sama saya menjalankan  aktivitas Calon Guru Pengerak  di Angkatan 6 yang juga mendekati akhir program. Mudah-mudahan upaya pengembangan diri saya di KBMN ini membuahkan hasil sesuai harapan. Satu materi baru yang saya dapatkan sesuai kebutuhan penerbitan buku adalah "Membuat Cover Buku Yang Menarik", materi ini sangat penting dalam penerbitan buku. Minat pembaca terhadap suatu buku ditentukan oleh kebermaknaan cover yang disajikan. Malam ini materi tersebut akan dipaparkan oleh narasumber yang memiliki sejuta pengalaman dan ribuan buku yang terbit menggunakan cover disain beliau. Narasumber kali ini adalah Bapak Fajar Tri Laksono, M.Pd. Materi disampaikan melalui kelas virtual zoom meeting. Diruang zoom meeting narasumber mempresentasikan banyak hal terkait cover buku. Mulai dari tantangan dan hambatan dalam membuat cover. Menyampaikan hal-hal yang dilarang dalam membuat cover buku. 

Baiklah berikut saya paparkan hasil resume  pada pertemuan ke-27 ini.
Dalam membuat cover buku jangan mengambil gambar milik orang lain, kecuali untuk personal bukan untuk komersil . Kalau gambar tersebut memakai gambar yang ada di google , dan dikomersilkan maka akan terkena pelanggaran terhadap  hak cipta . 
Apa yang dimaksud dengan Hak cipta?
Jenis karya apa yang terikat pada hak cipta?
Kepemilikan hak cipta memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk menggunakan karya, dengan beberapa pengecualian. Saat seseorang membuat sebuah karya asli, yang terpasang tetap pada media penyimpanan fisik, dia secara otomatis memiliki hak cipta atas karya tersebut.
Ada banyak jenis karya yang memenuhi syarat untuk mendapatkan perlindungan hak cipta, misalnya:
• Karya audio visual, misalnya acara TV, film, dan video online
• Rekaman suara dan komposisi musik
• Karya tulis, misalnya bahan kuliah, artikel, buku, dan komposisi musik
• Karya visual, misalnya lukisan, poster, dan iklan
• Video game dan software komputer
• Karya drama, misalnya lakon dan musikal
Copyright Office (Kantor Hak Cipta) memiliki informasi secara online, dan Anda dapat menghubungi pengacara jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut.
Dapatkah saya menggunakan konten dari karya yang dilindungi hak cipta?
Pemegang hak cipta berhak mengontrol sebagian besar penggunaan karyanya. Dalam beberapa situasi, karya yang dilindungi hak cipta dapat digunakan tanpa melanggar hak ciptanya:
• Anda telah menghubungi pemegang hak cipta, yang telah mengizinkan Anda untuk menggunakan konten tersebut. Sebaiknya Anda mendapatkan izin tertulis dari mereka, misalnya, dalam bentuk perjanjian lisensi.
• Beberapa pemegang hak cipta menyediakan karyanya bagi orang lain untuk digunakan kembali tanpa kompensasi, dengan sejumlah persyaratan. Untuk mempelajari lebih lanjut, Anda dapat membaca lisensi Creative Commons.
• Dalam beberapa kasus, Anda dapat menggunakan konten dari karya yang dilindungi oleh hak cipta tanpa mendapatkan izin dari pemegang hak cipta. Hal itu dikarenakan beberapa penggunaan karya berhak cipta dianggap sebagai "penggunaan wajar" atau mungkin berada dalam batasan atau pengecualian atas hukum hak cipta seperti penggunaan wajar. Jika Anda tidak yakin apakah penggunaan yang Anda pertimbangkan bersifat legal tanpa izin, Anda dapat berkonsultasi dengan pengacara.
Bagaimana jika saya menyatakan bahwa "tidak bermaksud melanggar hak cipta"?
Jika Anda tidak memiliki izin untuk menggunakan karya yang dilindungi hak cipta, konten Anda tetap dapat dihapus meskipun:
• Anda mencantumkan pemegang hak cipta dalam daftar kredit.
Saat memberikan izin untuk menggunakan karyanya, beberapa pemegang hak cipta meminta Anda untuk melakukan hal ini. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin juga perlu mencantumkan pemegang hak cipta dalam daftar kredit jika Anda berencana untuk menggunakan karyanya dengan cara yang Anda anggap sebagai penggunaan wajar. Namun, hal ini tidak otomatis memberi Anda hak untuk menggunakan konten tanpa izin.
• Anda membeli konten tersebut, termasuk salinan fisik atau digital.
Memiliki salinan berarti Anda mungkin dapat menjual salinan tersebut atau memberikannya kepada teman, namun tidak memberi Anda hak untuk berbagi konten tersebut secara publik dengan seluruh pengguna internet.
• Anda tidak mendapatkan keuntungan dari konten tersebut.
Meskipun kemungkinan penggunaan non-komersial dapat dianggap sebagai penggunaan wajar, atau mungkin memenuhi persyaratan beberapa lisensi, tidak menghasilkan keuntungan saja tidak selalu berarti penggunaan Anda tidak melanggar.
• Anda telah melihat konten serupa di tempat lain di internet.
Pengguna lain tersebut mungkin telah mendapatkan izin untuk membagikan konten, atau mereka mungkin menggunakan konten dengan cara yang dapat dianggap sebagai penggunaan wajar.
• Anda merekam konten Anda sendiri dari TV, bioskop, atau radio.
Membuat salinan Anda sendiri dari salah satu sumber ini tidak memberi Anda hak atas konten utama.
• Anda menyalin sendiri konten tersebut dari buku teks, poster film, atau foto.
Seperti dijelaskan di atas, membuat salinan Anda sendiri tidak memberi Anda hak atas konten utama.
• Anda telah menyatakan bahwa "tidak bermaksud melanggar hak cipta".
Hal ini tidak pernah membantu. Pelanggaran hak cipta merupakan pelanggaran "kewajiban mutlak". Artinya, saat pengadilan memutuskan bahwa ada pelanggaran hak cipta, pengadilan tidak akan melihat apakah Anda bermaksud melanggar atau tidak.
Dapatkah Google menentukan kepemilikan hak cipta?
Tidak. Google tidak dapat memediasi sengketa kepemilikan hak. Saat menerima permintaan penghapusan yang lengkap dan valid, kami akan menghapus konten sesuai dengan hukum yang berlaku. Saat menerima permintaan pemulihan yang valid, kami akan meneruskannya kepada orang yang meminta penghapusan konten tersebut. Jika masih ada sengketa, hal itu dikembalikan kepada para pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah tersebut di pengadilan.
Apa perbedaan antara hak cipta & merek dagang? Bagaimana dengan paten?
Hak cipta hanyalah salah satu bentuk kekayaan intelektual. Hak cipta tidak sama dengan merek dagang yang melindungi nama merek, moto, logo, dan pengidentifikasi sumber lain dari penggunaan oleh orang lain untuk tujuan tertentu. Hak cipta juga berbeda dari hukum paten, yang melindungi penemuan.
Apa perbedaan antara hak cipta & privasi?
Hanya karena Anda muncul dalam video, gambar, atau rekaman audio, bukan berarti Anda memiliki hak cipta atas konten tersebut. Misalnya, jika teman Anda mengambil gambar Anda, dia akan memiliki hak cipta atas gambar yang dia ambil. Jika teman Anda, atau orang lain, mengupload video, gambar, atau rekaman yang menampilkan diri Anda tanpa izin dari Anda dan Anda merasa konten tersebut melanggar privasi atau mengancam keamanan diri, Anda dapat mengajukan keluhan privasi.
Persyaratan pemberitahuan pelanggaran hak cipta
Cara termudah untuk mengajukan keluhan adalah menggunakan pemecah masalah hukum kami.
Pemberitahuan hak cipta harus mencakup elemen berikut. Tanpa informasi ini, kami tidak dapat mengambil tindakan atas permintaan Anda:
1. Informasi kontak Anda
    Anda harus memberikan informasi, seperti alamat email, alamat fisik, atau nomor telepon, sehingga       kami dapat menghubungi Anda terkait keluhan Anda.
2. Deskripsi karya Anda yang diyakini telah dilanggar hak ciptanya
   Dalam keluhan Anda, pastikan untuk mendeskripsikan dengan jelas dan lengkap tentang konten             berhak cipta yang ingin Anda lindungi tersebut. Jika terdapat beberapa karya berhak cipta yang               dicakup dalam keluhan Anda, hukum mengizinkan adanya daftar perwakilan karya yang dimaksud.
3. Setiap URL yang diduga melanggar
   Keluhan Anda harus berisi URL spesifik dari konten yang Anda yakini melanggar hak Anda, atau           kami tidak akan dapat menemukannya. Informasi umum tentang lokasi konten tidaklah cukup.               Sertakan URL akurat dari konten yang dibahas.
4. Anda harus menyetujui dan menegaskan kedua pernyataan berikut:
• "Saya yakin dengan niat baik bahwa penggunaan materi berhak cipta yang diduga melanggar dan             dijelaskan di atas tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta, agennya, atau hukum".
• "Informasi dalam pemberitahuan ini akurat dan saya bersumpah, di bawah ancaman pidana atas             keterangan palsu, bahwa saya adalah pemilik hak cipta atau yang berhak bertindak atas nama                  pemilik dari hak eksklusif yang diduga dilanggar".
5. Tanda tangan Anda
    Untuk pengiriman keluhan lengkap, diperlukan tanda tangan fisik atau elektronik dari pemilik hak          cipta atau perwakilan resmi yang bertindak atas nama mereka. Untuk memenuhi persyaratan ini,           Anda dapat mengetikkan nama lengkap resmi Anda sebagai tanda tangan Anda di bagian bawah              keluhan Anda.
Dalam membuat cover buku yang menarik  harus memperhatikan  2 hal yaitu:
1. Gambar 
2.Font ( bentuk tulisan atau huruf )
cover yang baik harus ada kesessuain antara gambar dengan font nya agar telihat menarik.
dan jangan lupa juga sinopsis darim karya yang kita buat agar pembuat cover buku  tidak banyak revisi.

Demikian yang dapat saya paparkan dari pertemuan di ruang virtual saya  pada Jum'at malam yang lalu.

Salam Literasi.....



Kamis, 09 Maret 2023

Penerbit Mayor


Resume Ke-     : 26
Gelombang      : 28
Hari/Tanggal   : Rabu, 08 Maret 20223
Tema               : Menjadi Penerbit Buku Mayor
Narasumber    : JOKO IRAWAN MUMPUNI
Moderator       : RALIYANTI  

Malam ini merupakan malam ke-26 dari 30 pertemuan yang dijadwalkan KBMN PGRI 28. 4 pertemuan lagi KBMN PGRI 28 ini berakhir. Moga saya masih terus diberi kesempatan mengikuti sampai puncak.
Tema Kali ini adalah menjadi penulis buku MAYOR. Tentunya banyak yg ingin tahu tentang penerbit mayor dan bagaimana caranya agar naskah kita bisa tembus ke sana. Dan di sini KBMN PGRI menghadirkan seorang narasumber yang benar-benar "mumpuni" bukan hanya namanya saja tapi juga pengetahuan dan profesinya di bidang penerbitan khususnya penerbit mayor. Beliau adalah Bapak Joko Irawan Mumpuni, Direktur Penerbitan dari Penerbit Andi Yogyakarta. Beliau juga tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan IKAPI DIY, penulis buku bersertifikat BSNP dan Asesor BNSP.


Sebelum pemaparan beliau  meluruskan dulu dari judul sharing kita malam ini. Istilah BUKU MAYOR menurut narasumber adalah kurang tepat yang tepat adalah PENERBIT MAYOR. Setiap penulis mempunyai impian kalau bukunya bisa diterbitkan oleh PENERBIT MAYOR. Tidak banyak jumlah PENERBIT MAYOR DI INDONESIA. Menjadi penerbit mayor memiliki kriteria yang tidak mungkin dapat diraih dalam waktu pendek, tetapi bisa sampai puluhan tahun. Syarat menjadi penerbit mayor salah satunya adalah harus sudah memiliki judul terbitan buku puluhan ribu judul dan tiap tahunnya harus menerbitkan ratusan judul secara konsiaten. Baik sekarang kita mulai ke materi utama kita ya..
Penerbit adalah  Industri kreatif yang didalamnya ada kolabarasi insan2 kreatif : Penulis, Editor, Layouter, Ilustrator dan desain grafis. Ini adalah bagian dari industri kreatif penerbitan cetak, saat ini dan mendatang akan bertambah insan2 kreatif bidang lain yang akan bergabung seiring dengan perkembangan dunia penerbitan yang kini sudah mengarah pada Publisher 5,0. yang memanfaatkan teknologi IT untuk menerbitkan karya-karya kreatif. Ada jenis-jenis  buku didunia ini, biasanya klasifikasi jenis buku digambar dengan grafis yang mirip sirip ikan seperti ini:


Dua kategori besar jenis buku adalah buku Teks (buku sekolah-kampus) dan buku Non Teks (buku-buku populer). Buku sekolah disebut buku pelajaran sedangkan kampus disebuat buku Perti (perguruan tinggi). Buku Nonteks  dibagi dua lagi menjadi buku Fiski dan Non Fiksi. Sehingga grafisnya akan tergambar seperti ini:

Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Narasumber memperlihatkan grafis-grafis hasil survei yang menggambarkan mengenai perkembangan dunia perbukuan di Indonesia.



Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni.
Itulah gambaran perbukuan di Indonesia yang dapat dipakai sebagai dasar atau inspirasi penulisan buku. Narasumber juga memberikan contoh-contoh buku yang telah terbit di penerbit mayor.




Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Menurut Narasumber, tingkat literasi bangsa ini masih rendah. Tingkat literasi bangsa yang rendah merujuk pada kemampuan membaca, menulis, dan memahami teks yang masih lemah di kalangan penduduk suatu negara. Hal ini biasanya ditunjukkan oleh rendahnya tingkat literasi fungsional, yaitu kemampuan seseorang dalam memanfaatkan literasi untuk memecahkan masalah sehari-hari, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan ekonomi, serta mengambil keputusan yang bijak. Tingkat literasi bangsa yang rendah dapat berdampak negatif pada berbagai aspek, seperti kualitas pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, penting bagi suatu bangsa untuk meningkatkan tingkat literasinya agar dapat mencapai kemajuan yang lebih baik.

Inilah beberapa hambatan pertumbuhan industri literasi masih sangat rendah di Indonesia.


Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Lalu bagaimana proses penerbitan mulai dari  memasukan/mengirinmkan naskah buku ke penerbit hingga buku itu terbit dan beredar? Berikut ada slide penjelasan dari narasumber.



Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Lalu bagaimanakan caranya memilih penerbit yang baik dan yang harus diwaspadai?

Berikut ini penjelasan dari Narasumber.





Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Ketika seorang penulis berhasil menerbitkan buku secara profesional dan diterbitkan oleh penerbit yang bereputasi, ada beberapa hal yang dapat didapatkan, antara lain:

Pengakuan atas karya yang dihasilkan: Dengan menerbitkan buku secara profesional, penulis mendapatkan pengakuan atas karyanya. Karya tersebut dapat diakui oleh para pembaca, kritikus, dan bahkan penghargaan dalam bidang sastra atau kesenian. Peningkatan citra dan reputasi: Dengan memiliki karya yang diterbitkan secara profesional, penulis dapat meningkatkan citra dan reputasi di mata para pembaca, kritikus, dan penerbit lainnya. Hal ini juga dapat memudahkan penulis untuk memperoleh kontrak penerbitan berikutnya. Pemasukan finansial: Penulis dapat memperoleh pemasukan finansial melalui royalti yang diperoleh dari penjualan buku. Selain itu, penulis juga dapat memperoleh pendapatan tambahan dari kegiatan seperti mengisi seminar atau workshop menulis, menjadi konsultan, atau berpartisipasi dalam program-program literasi lainnya. Pengalaman berharga: Proses menerbitkan buku secara profesional membutuhkan kerja keras, ketekunan, dan ketelitian. Selama proses ini, penulis akan memperoleh pengalaman berharga dalam menghasilkan karya yang berkualitas, berkomunikasi dengan penerbit, mengedit dan merevisi naskah, dan mengelola promosi buku.
Keberlangsungan karir penulis: Dengan menerbitkan buku secara profesional, penulis dapat memperluas jangkauan pembaca dan membangun basis penggemar. Hal ini juga dapat meningkatkan kemungkinan untuk memperoleh kontrak penerbitan di masa depan dan menjadikan penulisan sebagai karir yang berkelanjutan.


Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Pertanyaan besar yang sering muncul adalah kriteria apa yang digunakan oleh penerbit untuk menentukan apakah sebuah naskah buku dapat diterima untuk diterbitkan atau tidak. Sebagai contoh, penerbit ANDI menerima hingga 500 naskah setiap bulan, namun hanya 50 judul yang akhirnya diterbitkan.



Sumber: Slide Presentasi Narasumber, Joko Irawan Mumpuni

Dari slide diatas ada istilah “tema populer”, lalu bagaimana menilainya? jawabnya dengan data. Salah satu data yang kami pakai adalah trend dari Google Trend. Google Trend adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk melihat popularitas suatu topik atau tema dalam periode waktu tertentu. Dengan alat ini, dapat dilihat berapa banyak orang yang mencari tentang topik tertentu di mesin pencari Google dalam satu periode waktu tertentu. Contoh pencarian di Google Trend:



Jika sebelumnya kita membahas bagaimana cara mengetahui tema yang menarik, sekarang mari kita bahas bagaimana cara penerbit mengukur reputasi penulis. Biasanya, penerbit menggunakan data untuk hal ini. Salah satu sumber data yang digunakan adalah Google Scholar/Cendekia.

Menurut Narasumber, pertanyaan lain yang sering muncul adalah bagaimana cara menentukan jumlah cetak atau oplah. Perhatikan gambar berikut ini ada 4 kwadran:


Untuk gaya penulisan seperti pada daftar pustaka, penerbit dapat menggunakan gaya selingkung apapun yang dipakai penulis
Narasumber pun mengemukakan ,sebagai seorang penulis, sebenarnya kita termasuk penulis yang idealis atau industrialis? inilah ciri2nya masing2 kelompok:







Demikian Paparan narasumber pada malam ini yang dapat saya buat resumenya moga bermanfaat

Salam Literasi.




 













Selasa, 07 Maret 2023

Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat

 Resume Ke-    : 25

Gelombang      : 28

Hari/Tanggal   : Senin, 06 Maret 2023

Tema               : Poin Buku Pada Kenaikan Pangkat

Narasumber    : Dr. Imron Rosidi, M.Pd

Moderator       : Yandri Novi Sari, S.Pd



Malam ini merupakan pertemuan ke-25 dari 30 pertemuan yang diagendakan KBMN PGRI 28. Pada pertemuan ini dibuka oleh Founder KBMN yaitu Bapak Dr. Wijaya Kusumah atau akrab disapa Om Jay. Berikut saya kutif pengantar beliau :

"Beberapa peserta mencoba mengejarnya dengan cara berlari dan mulai menulis di blog pridainya yang sdh penuh sarang laba-laba. Malam hari ini bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd akan membagikan ilmunya kepada kita. Ibu Yandri Novita Sari akan memandunya sebgai moderatornya. Sebagai founder KBMN PGRI gelombang 28, Omjay berharap semakin banyak peserta yang bertahan sampai di akhir finish dan tidak menyerah kalah. Sebab malam ini materinya semakin seru . Judulnya Point Buku Pada Kenaikan Pangkat PNS. Beliau adalah salah seorang narasumber yang mengalaminya secara langsung.
Buat kawan-kawan peserta KBMN 28, ayo kita siapkan diri untuk belajar bersama secara online. Kita belajar dari Pak Imron Rosidi yang berada di Pasuruan Jawa Timur, dan IBu Yandri yang bersala dari Padang, Sumatera Barat. Jarak yang jauh menjadi terasa dekat berkat adanya aplikasi Whatsapp.com.
bapak ibu bisa juga membaca artikel tahun lalu di https://terbitkanbukugratis.id/lia-yuflihah/02/2022/60224/"

Ibu Moderator membuka kelas malam ini dengan menyapa seluruh peserta sembari mngucapkan salam dan mengajak berdoa'a. Menyampaikan pertanyaan pemantik untuk seluruh peserta agar makin penasaran dengan tema malam ini. 

Faktor pendukung untuk kenaikan pangkat bagi seorang pendidik adalah menulis buku. Tak jarang banyak pendidik yang berargumentasi bahwa menulis buku suatu hal yang susah. 

Apakah bener begitu? 

Lalu buku yang bagaimana yang masuk kategori kenaikan pangkat PNS? 

Apa saja jenisnya? 

Hayoo makin penasaran toh.

Keren bukan Kelas Belajar Om Jay, materi komplit dan narasumbernya juga luarbiasa. 

Sesuai dengan Flyer yang telah Bapak Ibuk lihat,  narasumber kita malam ini Bapak Dr. Imron Rosidi, M.Pd.

Hayoo siapa yang sudah tidak asing lagi dengan beliau...

Seabrek prestasi sudah di raih oleh narasumber kita alumni D-III Jurusan Bahasa di IKIP Surabaya ini. Hal ini dibuktikan Pak imron Rosidi terpilih sebagai penerima Penghargaan Satya Lencana Pendidikan dari Presiden Susilo Bambang Yudyono (SBY) tahun 2011. Tak hanya itu beliau juga Mendapatkan penghargaan dari Intel Education Award dan Platinum Indonesia.

Penulis buku berjudul "Menulis Siapa Takut", yang juga berprofesi sebagai dosen Pascasarjana Uniwara STKIP Pasuruan dan kampus Dalwa Bangil karena kecintaannya di bidang menulis Pak Imron dipercaya menjadi wakil dalam Pertukaran Tokoh Masyarakat Indonesia dengan Amerika Tahun 2006 dan menjadi wakil kalangan guru yang terbang ke Amerika. Tidak hanya Amerika,  lelaki kelahiran kelahiran Surabaya tanggal 10 Juni 1966 ini juga terbang ke Sydney dan Melbourne tahun 2011, beliau dipercaya mewakil Indonesia karena beliau mendapat Predikat Guru Berprestasi Tingkat Nasional.

Sepak terjang yang luar biasa diimbangi ketekunan dan keuletan Bapak Imron sebagai Penulis buku pelajaran, buku pendidikan dan buku umum dari penerbit UM Press, Kanisius dan lain sebagainya. Beliau juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Bangil mengantarkan beliau meraih gelar Doktor dan beliau juga masuk  sebagai 10 penulis buku nonfiksi yang mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim.  

Bapak Narasumber dipersilahkan masuk ruang belajar KBMN.

Beliau  memulai dengan menyampaikan cara memanfaatkan kemampuan kita dalam menulis buku untuk KP berdasarkan Permenpak rb 16 tahun 2009. no 2023. Apakah guru sudah tidak perlu menyusun DUPAK lagi? Apakah guru bisa naik pangkat scr otomatis?

Berdasarkan aturan yang masih dipakai sampai juni 2023 untuk kenaikan pangkat dibutuhkan tiga hal pokok antara lain: pemngembangan diri (PD), publikasi ilmiah (PI), dan karya inovatif (KI). Salah satu jenis PI dan KI adalah penulisan buku. Untuk PI bisa berbentuk buku di bidang pendidikan, buku terjemahan, buku hasil mengubah dr laporan penelitian kita. Sementara itu, di KI bisa berupa buku kumpulan puisi, buku kumpulan cerpen, dan buku novel. Sayangnya, ketika beliau menilai buku-buku yang diajukan untuk KP,  sering menemukan buku antologi puisi yang ditulis keroyokan. setiap guru hanya menulis satu atau lebih puisi. ini tidak bisa dinilai. Untuk kumpulan puisi, hanya yang menulis minimal 20 puisi yg bisa dinilai. untuk kumpulan cerpen, minimal satu guru menulis 5 cerpen bisa dinilai. 

Baik Bapak/Ibu guru hebat berikut pemaparan rinci mengenai buku-buku yang dinilai dan Angka Kredit (AK) yang didapat untuk Kenaikan Pangkat (KP)

1.        Presentasi di forum ilmiah

2.        Laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

3.        Tinjauan ilmiah

4.        Tinjauan ilmiah populer

5.        Artikel ilmiah

6.        Buku Pelajaran

7.        Modul/Diktat

8.        Buku dalam bidang pendidikan

9.        Karya terjemahan

10.    Buku pedoman guru

Publikasi ilmiah pada poin 3 di Buku 4 dapat terdiri dari: (1) Buku Teks Pelajaran, (2) Buku Pengayaan yang terdiri dari Modul/Diktat pembelajaran, Buku dalam Bidang Pendidikan, Karya Terjemahan, dan (3) Buku Pedoman Guru. Pada poin inilah sebenarnya kita dapat membuat buku sebagai pemenuhan nilai Angka Kredit (AK) untuk Publikasi Ilmiah (PI).

Buku Publikasi Ilmiah

1.   Buku Hasil Penelitian, dapat dilakukan dengan mengubah laporan penelitian dalam bentuk buku. Buku yang diterbitkan ber-ISBN, beredar secara nasional dan ada pengakuan dari BNSP. Pada poin ini angka kredit yang dihasilkan adalah 4.

2.  Buku Pelajaran, ketentuannya adalah harus mempunyai ISBN lengkap. Buku berisi buku pengetahuan untuk bidang ilmu atau mata pelajaran tertentu dan diperuntukkan bagi peserta didik pada suatu jenjang pendidikan tertentu. Angka kredit yang dihasilkan jika BNSP AK 6, ber-ISBN AK 3, dan tidak ber-ISBN AK 1

 3.   Buku Pengayaan, Contohnya adalah modul/diktat, buku pendidikan, dan karya terjemahan. Pembuatan modul bertujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri. Sedangkan diktat bertujuan untuk mempermudah/ memperkaya materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Rentan waktu pembuatan bisa per semester atau dibuat per tahun. Poin angka kredit yang dihasilkan jika diterbitkan pada tingkat Provinsi AK 1,5, tingkat kota/kab. AK 1, dan tingkat sekolah AK 0,5. Untuk buku bidang pendidikan merupakan buku yang berisi pengetahuan terkait dengan bidang pendidikan. Jika buku tersebut ber-ISBN AK 3, dan jika tidak ISBN AK 1,5. Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran atau buku dalam bidang pendidikan dari bahasa asing atau bahasa daerah ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya dari Bahasa Indonesia ke bahasa asing atau bahasa daerah yang akan digunakan untuk membantu proses pembelajaran. AK untuk karya terjemahan adalah 1.

4.  Buku Pedoman Guru, Buku Pedoman Guru adalah buku tulisan guru yang berisi rencana kerja tahunan guru. Buku pedoman guru disajikan dalam bentuk makalah, diketik dan dijilid. Pada proses pengajuan naik pangkat hanya boleh 1 setiap pengajuan. Angka kredit yang dihasilkan adalah 1,5.

Membuat karya inovatif sesuai lampiran Permenpan No: PER/16/M.PAN-RB/11/2009, Tanggal 10 November 2009, bahwa langkah-langkah dalam membuat karya inovatif diantaranya:

  • menemukan teknologi tepat guna
  •  membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum
  • mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman, soal, dan sejenisnaya pada tingkat nasional
  • menemukan/menciptakan karya seni

Buku Karya Inovatif

1.   Buku Kumpulan Puisi, dengan ketentuan buku berisikan 20 puisi atau lebih kategori sederhana, dan lebih dari 40 puisi kategori kompleks.  Buku Kumpulan Cerpen, dengan ketentuan buku terdiri dari 5 cerpen atau lebih kategori sederhana, dan lebih dari 10 cerpen kategori kompleks. Buku Novel, dengan ketentuan satu novel kategori sederhana, dan dua novel kategori kompleks.

Kenaikan Pangkat

(Permenpan RB no 16 tahun 2009 dan Permendikbud 35 tahun 2010)

Buku untuk kenaikan pangkat ada yang masuk pada Publikasi Ilmiah dan ada yang masuk pada Karya Inovatif. Semua buku tersebut dapat digunakan untuk kenaikan pangkat sejak gol III/c s.d IV/e. Untuk ke golongan IV/d wajib ada yang ber-ISBN. Buku antologi hanya dapat nilai AK jika minimal menulis 20 puisi atau 5 cerpen.

Buku hasil penelitian ber-ISBN yang beredar secara nasional AK nya 4. Buku teks pelajaran ber-ISBN nilai AK nya 3; yang tidak ber-ISBN nilai AK nya 1. Buku mapel yang ber-BSNP AK nya 6. Bila buku pelajaran ditulis beberapa penulis maka pembagian AK nya menggunakan persentase. Jika 2 penulis, maka penulis utama dapat 60 persen dan penulis kedua 40 persen dari AK 3, 4 atau 6.

Untuk modul atau diktat hendaknya ditulis per semester, jika digunakan di tingkat sekolah AK nya 0,5, di tingkat kabupaten AK nya 1 dan tk propinsi AK nya 1,5. Jika modul dibuat per tahun maka AK nya 1,2 dan 3. untuk karya terjemahan yang menunjang pembelajaran AK nya 1. Semua guru bidang studi dapat menulis buku antologi, puisi, cerpen, naskah drama atapun novel. Penerbitan artikel ilmiah dalam jurnal bisa ditulis cepat asalkan laporan penelitian sudah selesai. Untuk buku wajib bentuk cetak. Bentk elektronik digital harus dicetak bersadar regulasi yang berlaku saat ini. Untuk buku solo ber ISBN AK nya 3. Untuk tesis tidak bisa dinilaikan , harus dirubah dalam bentuk laporan penelitian pembelajaran, setelah diseminarkan , baru diubah dalam bentuk artikel dan dijurnalkan.

Untuk sertifikat webinar wajib ada surat tugas dan laporan Pengembangan Diri nilai 0,1. kalau diklat online 30-80 jam nilai AK 1 dan 2. Modul tidak harus ber ISBN dengan AK 0,5 persemester.

Untuk III/a ke III/b hanya membutuhkan nilai PD 3 , karya buku innovatif bisa dinilaikan tetapi tidak wajib. Kumpulan artikel tidak bisa dinilaikan, hendaknya dikoran atau majalah baru bisa dinilaikan. tulisan dalam buku antologi lebih dari 10 orang ber ISBN bisa dialihkan AK nya jika menjadi artikel asalah diterbitkan di surat kabar atau majalah.

Manfaat menulis buku selain untuk mnyebarkan ilmu, menjadi guru profesional juga untuk kenaikan pangkat.Untuk kenaikan pangkat perhatikan angka kredit ( AK ) setiap buku, baik kategori Publikasi Ilmiah ( PI ) atau yang masuk pada Karya Inovatif ( KI).

Demikian Hasil Resume saya malam ini moga bermanfaat.

Salam Literasi....



Jumat, 03 Maret 2023

Menulis Biografi

 Resume ke-     : 24

Gelombang      : 28

Hari/Tanggal   : Jum'at, 03 Maret 2023

Tema               : Menulis Biografi

Narasumber    : Lely Suryani, S.Pd.SD

Moderator       : Muliadi, M.Pd


Pertemuan ini adalah yang ke-24 dari kegiatan KBMN PGRI Gelombang 28. Jika di hitung hitung berarti tinggal 6 kali pertemuan atau 6 resume lagi yang harus saya selesaikan untuk menjadi sebuah buku solo. Telah saya tulis di atas bahwa pertemuan kali ini  belajarnya tentang "Menulis Biografi". Pada pertemuan ini banyak dijelaskan tentang bagaimana cara, tujuan menulis Biografi. Selain itu pada pertemuan ini Biografi akan dibandingkan dengan menulis autoboigrafi. Nanti jika mengikuti resume saya sampai akhir maka bapak/Ibu akan mengetahui perbedaan antara keduanya. 

Belajar kali ini kelas akan dipandu oleh Bapak Muliadi, M.Pd. dengan narasumber hebat yang sebentar lagi terbit satu buku Biografi, beliau adalah Ibu Lely Suryani, S.Pd.SD. Beliau lahir di Banjarnegara. Saat ini beliau bekerja di SD Negeri 1 Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah 53475.

Untuk mengenal lebih tentang beliau bapak ibu dapat menelusurinya melalui berbagai akun media sosial beliau, berikut saya bagikan berikut: 

https://lelysuryanikreatifinspiratif.blogspot.com/2023/01/profil-lely-suryani.html

Bapak/Ibu Guru hebat berikut hasil resume saya selam mengikuti sesi petemuan ke-24 ini, baca yoo:

Biografi adalah sebuah narasi atau cerita yang berisi kisah kehidupan seseorang, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Biografi dapat berisi informasi mengenai latar belakang, masa kecil, pendidikan, pekerjaan, pengalaman hidup, dan pencapaian seseorang selama hidupnya. Biografi dapat ditulis dalam bentuk buku, artikel, atau bahkan film dokumenter. Biografi biasanya ditulis oleh seorang penulis atau biografer yang melakukan riset dan wawancara dengan orang yang menjadi objek biografi dan sumber-sumber lainnya untuk memperoleh informasi yang akurat dan lengkap tentang kehidupan orang tersebut.

Kemudian, " Apa tujuan menulis Biografi?"

Ada beberapa tujuan menulis biografi, di antaranya:

Menginspirasi dan memberikan motivasi - Biografi sering kali dijadikan sebagai bahan bacaan yang menginspirasi dan memberikan motivasi bagi pembaca. Kisah sukses dan pengalaman hidup seseorang yang terdapat dalam biografi dapat menjadi contoh bagi pembaca untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan hidup mereka sendiri.

Merekam sejarah - Biografi dapat menjadi sumber informasi sejarah yang berharga untuk generasi mendatang. Dengan menulis biografi, seseorang dapat merekam kisah hidup orang-orang yang telah berjasa atau mempunyai pengaruh pada masa lampau. Biografi juga dapat merekam suatu periode atau kejadian dalam sejarah memberikan wawasan - Biografi.

Kalau tujuan beliau (narasumber) menulis Biografi Om Jay cenderung mengarah kepada tujuan paling awal menginspirasi dan memberikan motivasi.

Setelah mengetahui apa itu biografi dan tujuannya. Selanjutnya "Bagaimana cara / langkah - langkah  menulis biografi?

Lakukan riset tentang orang yang ingin Anda tulis biografinya. Kumpulkan informasi tentang latar belakang, kehidupan awal, pendidikan, karier, pencapaian, dan pengalaman hidup yang menarik. Sumber informasi dapat mencakup wawancara dengan keluarga atau teman dekat, surat, artikel berita, buku, dan sumber-sumber online. Buat kerangka atau outline untuk biografi. Buatlah daftar peristiwa dan pengalaman penting dalam hidup orang tersebut untuk membantu Anda mengorganisasi informasi.

Tulis pengantar atau pendahuluan yang menarik untuk menarik perhatian pembaca. Pendahuluan harus memberikan gambaran singkat tentang siapa orang tersebut dan mengapa hidupnya layak untuk ditulis biografinya. Mulai menulis biografi dengan menyelesaikan bagian-bagian yang paling menarik dan relevan. Pastikan untuk memasukkan detail yang menarik dan membuat cerita hidup orang tersebut menjadi hidup.

Organisir konten biografi dalam urutan kronologis, dimulai dari masa kanak-kanak, kemudian ke masa remaja, dewasa awal, dan seterusnya. Gunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan tetap konsisten dengan tema biografi. Berikan gambaran yang jelas tentang perjuangan dan rintangan yang dihadapi, kesulitan dan kegagalan yang dialami, serta keberhasilan dan kebahagiaan yang diraih. Jangan lupa untuk menyertakan kutipan atau kata-kata orang tersebut yang menarik atau menggambarkan kepribadiannya. Revisi dan edit biografi secara teratur. Pastikan kesalahan gramatikal dan fakta yang salah dikoreksi. Akhiri biografi dengan kesimpulan yang merangkum hidup orang tersebut dan dampaknya pada dunia atau masyarakat.

Pengalaman narasumber menulis biografi OmJay, tidak hanya wawancara dengan Om Jay nya, tapi juga dengan keluarganya.. untuk mencari data yang lengkap. Karena seputar biografi mungkin hanya itu yang perlu dicermati. Nah.. sekarang kita persandingkan dengan AUTOBIOGRAFI.

berikut lanjutan pemaparan Ibu Lely:

Autobiografi adalah kisah atau narasi yang ditulis oleh seseorang tentang hidupnya sendiri, pengalaman-pengalaman penting, dan peristiwa-peristiwa yang memengaruhi kehidupannya. Autobiografi biasanya ditulis dalam sudut pandang orang pertama dan menceritakan sejarah hidup dari awal hingga saat ini. Autobiografi dapat mencakup berbagai topik seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi. Autobiografi dapat membantu pembaca memahami pengalaman dan pandangan hidup penulis, dan dapat memberikan wawasan tentang kehidupan dan peristiwa sejarah.

Apa tujuan menulis autobiografi?

Tujuan utama menulis autobiografi adalah untuk membagikan kisah hidup dan pengalaman pribadi seseorang dengan pembaca. Beberapa tujuan khusus dari menulis autobiografi dapat meliputi:

Meningkatkan pemahaman diri: Menulis autobiografi dapat membantu seseorang memahami dirinya sendiri lebih baik dengan merefleksikan peristiwa penting dalam hidup mereka dan menghubungkan pola-pola dalam pengalaman hidup.

Menjaga kenangan: Autobiografi juga dapat berfungsi sebagai catatan kenangan bagi penulis dan keluarga mereka, dan dapat membantu mempertahankan warisan keluarga.

Memberikan inspirasi: Autobiografi dapat menjadi sumber inspirasi bagi pembaca, terutama bagi orang yang mengalami situasi serupa atau menghadapi kesulitan dalam hidup. Memberikan wawasan: Autobiografi dapat memberikan wawasan tentang sejarah, budaya, dan lingkungan sosial di mana penulis hidup dan bekerja, sehingga dapat membantu pembaca memahami kondisi dan konteks kehidupan penulis. Membangun identitas dan citra publik: Autobiografi juga dapat membantu seseorang membangun identitas dan citra publik mereka, baik dalam konteks pribadi maupun profesional.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diikuti dalam menulis autobiografi:

Lakukan riset dan persiapan: Mulailah dengan membuat daftar peristiwa penting dalam hidup anda, tempat-tempat yang anda kunjungi, orang-orang yang anda temui, dan pengalaman-pengalaman lain yang mungkin anda ingin masukkan dalam autobiografi anda. Lakukan riset tentang masa lalu anda, termasuk sejarah keluarga, lingkungan sosial, dan kebudayaan saat itu.

Tentukan gaya dan fokus: Setelah anda mengetahui gambaran besar dari hidup anda, tentukan gaya dan fokus untuk autobiografi anda. Anda dapat memilih untuk menulis dalam gaya naratif atau reflektif, dan memilih fokus seperti karier, keluarga, atau perjalanan.

Buat kerangka cerita: Buat kerangka cerita untuk autobiografi anda dengan memilih peristiwa penting dan menempatkannya dalam urutan kronologis atau non-kronologis.

Tulis draf pertama: Mulailah menulis draf pertama dari autobiografi anda berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat. Jangan khawatir tentang detail atau kesalahan, hanya tulis dengan lancar.

Edit dan revisi: Setelah menyelesaikan draf pertama, edit dan revisi autobiografi anda dengan memperbaiki kesalahan, menambahkan detail dan pengalaman baru, dan memperbaiki struktur dan narasi.

Beri judul dan bagikan: Setelah menyelesaikan revisi terakhir, berikan judul untuk autobiografi anda. Jika ingin dibagikan dengan orang lain, pertimbangkan untuk mencetak atau menerbitkan secara online untuk dapat dibaca oleh publik.

Ingatlah bahwa menulis autobiografi dapat memakan waktu, dan dapat melibatkan emosi yang kuat. Oleh karena itu, pastikan untuk meluangkan waktu yang cukup dan mempersiapkan diri secara emosional untuk menulis autobiografi yang baik dan berarti.

Sekarang dapat diketahui perbedaan BIOGRAFI dan AUTOBIOGRAFI.

Demikian resume saya pada pertemuan ini moga benrmanfaat:

Moderator menutup pertemuan ini dengan salam dan pantun:

Jika ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi

Jika ada umur panjang, semoga kita berjumpa lagi

Daun bila dimakan rayap

Jika ada salah mohon maaf


Salam Literasi


Rabu, 01 Maret 2023

Terbitkan Buku Solo Tanya Om Lan

 Resume ke-        : 23

Gelombang         : 28

Hari/Tanggal      : Rabu, 1 Maret 2023

Tema                  : Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indi

Narasumber       : Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd

Moderator         : Nur Dwiyanti, S.Pd


Tulisan di bawah flayer
        Langkah apa yang kita lakukan setelah karya kita selesai kita tuangkan dalam draft buku? Tentu saja PENERBIT. Apakah itu penerbit mayor? Penerbit Mayor lebih selektif dalam memilih karya yg akan dicetaknya. Jangan risau kawan, masih ada penerbit INDI yang akan membantu  mewujudkan mimpi kita memiliki buku solo sendiri. Bagaimana caranya? Dimana harus menghubungi penerbit Indie, berapa biayanya? Pertanyaan-pertanyaan di atas akan kita temukan jawabannya pada pertemuan ke-23 ini. Sebentar lagi saya selesaikan pertemuan KBMN PGRI 28, yaitu 7 pertemuan lagi, tak terasa saya sudah membuat resume yang ke 22 sebelum ini. Alhamdulillah saya masih diberi semangat mengikuti kegiatan ini. 

        Moderator Ibu Nur Dwiyanti, S.Pd., mulai membuka kegiatan pada peertemuan ini, seperti biasa menyapa seluruh peserta yang hadir dan menyampikan alur belajar pada pertemuan ini. Pertama beliau memperkenalkan narasumber pada pertemuan ini yaitu Bapak Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd, salah satu TSO yang disapa Om Lan. 

        Om Ian adalah panggilan akrab Tim TSO, usia muda memiliki segudang prestasi dan karya. Puluhan tulisannya sudah dimuat di berbagai media cetak. Sebagian besar dimuat di Tabloid Bola, Harian Bola, Tabloid Soccer. Ada juga yang dimuat di Harian Kompas, Kedaulatan Rakyat, Warta Kota, Media Indonesia, dan Majalah Hidup.

Untuk mengenal lebih dalam Narasumber pada pertemuan ini silahkan klik link berikut:


        Seperti yang kita ketahui, syarat pelatihan ini bukan 30 resume saja. Tapi juga menerbitkan buku solo. Sangat pas malam ini temanya adalah "Menerbitkan buku semakin mudah di Penerbit Indie". Materi malam ini disediakan agar perserta memiliki pandangan/wawasan menerbitkan buku Agar saat menjalani proses penerbitan buku tidak mengalami pengalaman kurang menyenangkan dan agar tidak menemui hambatan. Perlu dipahami, pada pelatihan ini peserta berjalan sendiri dalam membuat buku solo. Peserta  menghubungi sendiri penerbitnya dan ikuti panduan/ketentuan dari penerbit tersebut. Disisi lain mungkin ini pengalaman pertama peserta membuat buku. Maka pertemuan malam ini membantu saya agar bisa menjalani langkah menerbitkan buku

        Menurut narasumber menerbitkan buku sekarang ini semakin mudah karena ada penerbit indie yang menerima naskah tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dll. Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Memang itu dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran.

        Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama. Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut
Naskah pasti diterbitkan, proses penerbitan mudah dan cepat.  Menerbitkan di penerbit mayor bisa lebih dari setahun prosesnya, kalau di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja.

        Untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di  penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis. Akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie.

        Tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade. Beruntung di KBMN PGRI kita juga punya narasumber Prof. Eko Indrajit yang bisa membantu kita untuk tembus ke penerbit Mayor yaitu Penerbit Andi. Jadi begitulah penerbit Indie dan mayor saling mendukung untuk para penulis

Berikut ciri-ciri penerbit Indie yang dipaparkan oleh narasumber:

        Bagi penulis pemula  tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.  Memang  kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas  penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.

Om Lan  sendiri sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie, berikut judul-judulnya:


  
Buku Ketiga Beliau

Penerbit Indie ada banyak. Peserta dipersilahkan  memilih penerbit berdasarkan selera/kondisi masing-masing. Sebagai tips, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie
●      Biaya penerbitan
● Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Jumlah buku yang didapat penulis
Om Lan  siap bantu  untuk menghubungkan pesrta yang akan menerbitkan buku ke penerbit yang sudah terpercaya dan terjamin kualitasnya
Om Lan Sejak Juli 2020 telah membantu peserta KBMN memilihkan dan menghubungkan ke penerbit
Berikut alasan Om Lan membantu peserta yang minat menerbitkan buku di penerbit Indie:

        Om Lan yang berpengalaman sangat menjamin kesuksesan dalam hal penerbiatan buku bagi yang benar-benar berminat meiliki buku solo lewat penerbit Indie. Berawal dari keluhan-keluhan para peserta sebelumnya yang mengalami kendala dalam penerbitan buku solo, maka Om Lan berinisiatif mebantu menghubungkan dengan penerbit Indie tanpa kesulitan. Ada beberapa kasus yang sering ditemuai oleh pemula dalam menerbitkan buku solo antara lain:

- biaya mahal
- biaya murah bahkan gratis diawal, namun jadi mahal akhirnya
- ketidak jelasan nasib naskah setelah berbulan-bulan 
- ketentuan berubah2 tidak sesuai dengan di awal.
- ada ketentuan yang tidak disampaikan di awal

Melihat kasus-kasus tersebut maka Om Lan membantu peserta KBMN  memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku.
Om Lan lebih lanjut memaparkan daya tarik menggunakan penerbit Indie:

1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah
2. jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 hal A5. Jadi bapak/ibu tidak kena biaya         
    tambahan   halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.
3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee

Catatan dari Om Lan:
"Pesan dari saya, menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit. Bukan seperti fotokopi yang sehari jadi Jadi jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya. Silakan bapak/ibu perhitungkan waktu proses penerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, Karena ISBN sekarang prosesnya ketat".

Salam Literasi 
Semoga kita yang pemula dapat meraih cita-cita "Buku Solo"



Featured Post

PELOPOR KOMUNITAS BELAJAR

  PELOPOR K OMUNITAS BELAJAR KKK S 2025 “G110S” (Gugus 01, 10 Se k olah) K e camatan Alas Barat Nama                           : NAS...