Senin, 13 Februari 2023

MENULIS BUKU CERITA DIGITAL

 Resume ke-       : 16

Gelombang        : 28

Hari/Tanggal      : Senin, 13 Pebruari 2023

Tema                  : Menulis Buku Cerita Digital

Narasumber       : NUR DWI YANTI, S.Pd

Moderator          : DAIL MA'RUF, M.Pd


Malam ini merupakan pertemuan ke-16 di KBMN PGRI 28. Saya bersukur masih diberi kesempatan dan semangat dalam membuat resume untuk mengikat pemahaman saya tentang berbagai ilmu menulis. Kali ini ilmu yang akan saya pelajari adalah "Menulis Buku Cerita digital". Akan dipandu oleh moderator kenamaan, Bapak Dail Ma'ruf, M.Pd. Belau adalah mentor saya dalam menyelsaikan resume demi resume hingga menjadi buku solo natinya, aamiiin, 

        Adapun sumber ilmu pada pertemuan ini adalah Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. Beliau adalah manusia yang senang belajar, salah satu alumni KBMN gelombang 23. Ibu Nur Dwi Yanti, S.Pd. adalah guru SDN Muncul 03 Kota Tangerang Selatan. Beliau memulai materi dengan melalui Quiziz. Buku digital adalah salah satu jenis buku/bacaan yang hadir dalam bentuk softcopy atau elektronik yang kemudian bisa dibaca menggunakan perangkat digital baik itu smartphone maupun komputer. Contoh sederhana yang biasa kita temui adalah PDF yang berisi materi-materi atau umumnya biasa disebut dengan E-book.

Pertemuan ke-16 ini, tidak seperti biasanya lewat kolom chat WAG, tetapi kali ini pertemuan di ruang zoom metting. merupakan tantangan buat saya untuk ekstra fokus dan hadir penuh dalam kegiatan ini.

Diera saat ini, Society 5.0.   Dimana semua konsep masyarakat  berpusat dan berbasis pada teknologi. Kecakapan berteknologi digital memegang peran utama di segala bidang, pun dalam  literasi. Salah satunya adalah pergeseran paper ke digital. Membaca buku yang biasanya hanya dapat disimak melalui media kertas, sekarang melalui pergeseran menjadi digital. Sebagai guru, kita harus mau 'melek' dan belajar tentang teknologi digital. 

Fungsi Buku Digital

  1. Sebagai salah satu alternatif media belajar.
  2. Sebagai media berbagi informasi.

Tujuan Buku Digital

  1. Memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk berbagi informasi dengan mudah, dengan cara yang menarik dan interaktif.
  2. Melindungi informasi yang disampaikan, sebagai contoh buku berbasis kertas jika perawatannya kurang maka akan rapuh atau menjadi serbuk-serbuk.
  3. Mempermudah proses memahami materi ajar. Karena bisa dibuka dimana saja dan kapan saja.

Efisiensi Buku Digital

  1. Praktis
    Kelebihan pertama buku elektronik adalah praktis, karena tanpa fisik sehingga cukup disimpan di smartphone, flashdisk, atau laptop. Ketika diperlukan maka tinggal membukanya, tidak lagi tas terasa berat berisi buku-buku tebal.
  2. Segi fisik lebih efisien, dengan terkuranginya buku yang kita bawa didalam tas.
  3. Dapat diakses dimana saja.
    Buku elektronik mudah diakses, bisa dibaca atau dibuka di berbagai jenis perangkat (smartphone, PC, atau laptop) yang tersedia aplikasi untuk membuka format buku elektronik tersebut. Misalnya saat membaca buku dengan format PDF, maka pastikan di smartphone sudah ada aplikasi pembaca PDF (PDF reader). Menariknya lagi, buku elektronik juga mudah didapatkan dan dimiliki, karena bisa didapatkan di website, marketplace, media sosial, dan sebagainya.
  4. Dapat disimpan file e-book tertampung di dalam memory.
  5. Ramah lingkungan.
    Buku digital dijamin lebih ramah lingkungan karena tidak dicetak di media kertas.
  6. Kostumisasi : Bisa dapat menyesuaikan kebutuhan size ukuran bacaan, tetapi ada negatifnya juga yakni radiasi jika terlalu lama terhadap mata, jadi gunakanlah dengan bijak.

Jenis-jenis format buku digital adalah:

  1. EPUB(Electronic Publication), 
  2. MOBI( MobiPocket), 
  3. PDB( Palm Databse File), 
  4. PDF(Portable Document Format), 
  5. KF8 (Kindle Fire Format).

Langkah-langkah menulis buku digital

1. Langkah Persiapan, yaitu:

• Membaca banyak tulisan, artikel, atau buku. 

Pembaca yang baik adalah penulis yang baik. Membaca mempunyai manfaat: mengetahui informasi terbaru, mendapatkan ide, dan memperkaya wawasan.

• Memahami Rumus 5W + 1 H sebagai dasar mengembangkan tulisan. 

• Memahami dan menggunakan rumus 5W + 1 H (What, Why, When, Who, Where, dan How), penulis dapat membuat tulisan yang terstruktur dan mudah dipahami oleh pembaca.

2. Mencari Topik

Topik yang dipilih upayakan yang “happening” atau “update”. Banyak metode yang dapat digunakan untuk memilih topik, diantaranya: membaca berita aktual dari portal berita online/offline, “membaca” situasi faktual yang terjadi di sekitarnya, ngobrol dengan teman, konsultasi dengan penerbit, dan bisa juga dengan menggunakan bantuan “google trend”.

3. Kebiasaan Mencatat

Setelah mendapatkan topik, Langkah berikutnya adalah mulai menulis.

4. Menulis Buku

• Naskah yang perlu disiapkan sebelum diterbitkan dalam bentuk buku adalah berikut ini.

• Halaman judul, Penulis tidak perlu membuat layout judul sendiri, hanya menulis judul bukunya saja.

• Kata Pengantar, bisa dibuat oleh orang lain, bisa dibuat oleh si penulis sendiri.

• Daftar Isi, penulisan daftar isi dapat dibuat secara otomatis agar lebih rapi dan konsisten.

• Materi Lengkap (ditambah folder gambar, bila ada), fungsi gambar dalam sebuah tulisan adalah sebagai unsur pelengkap tulisan.

• Tentang Penulis, bagian buku yang menerangkan riwayat penulis.

• Daftar Pustaka, Daftar Pustaka diperlukan untuk buku non fiksi sama halnya dengan jurnal dan karya ilmiah lainnya.



Salam Literasi.....

Jumat, 10 Februari 2023

LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS

 Resume ke        : 15

Gelombang ke   : 28

Hari/Tanggal     : Jum'at, 10 Pebruari 2023

Tema                 : Langkah Menyusun Buku secara Sistematis

Narasumber      : Ylius Roma Patandean, S.Pd

Moderator         : Arofiah Afifi, S.Pd

        
        Malam ini saya masih dengan semangat juang 45 di KBMN PGRI Gelombang 28 pada pertemuan ke-15, berarti saya telah menempuh setengah perjalanan kelas belajar menulis bersama Tim solid Om Jay. Mudah-mudahan selalu konsisten dan semangat untuk menyelsaikan seluruh tahapan kegiatan pembelajaran ini demi cita-cita menerbitkan buku solo.
Omjay memberi pengantar pada pertemuan ini: "Malam ini kita akan dipandu oleh 2 orang hebat tim solid Omjay. Pak Yulius Roma Patandean akan memberikan ilmu dan pengalamannya kepada kita semuanya. Judulnya Langkah menyusun Buku Secara Ssitematis dengan oderator ibu Arofiah Afifi. Inilah kolaborasi seru antara orang ciomas Bogor dengan tanah Toraja, Sulawesi Selatan Kepada ibu Arofiah Afifi Omjay persilahkan memimpin acara kelas belajar malam ini. Sukses selalu kawan-kawan semuanya. Ingatlah selalu mantra ajaib Omjay. MENULISLAH SETIAP HARI DAN BUKTIKAN APA YANG TERJADI"
Moderator memasuki ruang belajar dengan kalimat-kalimat motivasi yang membakar semangat seluruh peserta. "Saat-saat yang paling menakutkan dalam menulis adalah tepat ketika kamu belum memulainya."  (Stephen King) "Jika ditanya, 'Bagaimana kamu menulis? Saya akan menjawab, satu demi satu kata."(Stefen King).
    Tulis dan rangkai lah kata demi kata, kalimat demi kalimat hingga membentuk suatu kisah  panjang yang disebut suatu karya. Mulailah menulis dengan perlahan-lahan dan yakinlah karyamu akan berhasil. Untuk mendukung karya tulis kita, agar tercipta karaya sebuah buku mari kita simak bersama materi kita malam ini. Langkah menyusun buku secara sistematis

 
 Salah satu sarana untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri atas hasil karya yang telah selesai dibuat. Artinya kita pantas menghargai diri kita sendiri. Sebagai personal branding, sehingga memberi motivasi diri untuk lebih berkarya. Juga memberi manfaat kepada orang banyak. Materi kita kali ini bertema  "Langkah menyusun buku secara sistematis" hal ini berkaitan dengan  niat mulia kita yang ingin  menerbitkan buku. Sebelum membahas tentang langkah menyusun buku.  Apa sih pentingnya kita menulis buku ? Apa mamfaatnya ya ?

    Pada pertemuan ke-15 ini saya membuat resume tetantang langkah menyusun buku secara sistematis. Sebelumnya saya perkenalkan narasumber hebat : 
        
    Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd adalah   sebagai penulis dan editor profesional, dengan menyandang kelulusan ujian sertifikasi lewat skema Sertifikasi Penulisan Buku Non Fiksi. arasumber kita ini  lahir di Salubarani, Tana Toraja, 6 Juli 1984. ( waah masih muda ya) Ia menyelesaikan jenjang  S1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Kristen Indonesia Toraja (2003-2007).  melanjutkan pendidikan S2 di Institut Agama Kristen Negeri Toraja. Beliau merupakan guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015 pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia. Prestasi yang pernah diraihnya adalah guru berprestasi jenjang SMA Kabupaten Tana Toraja tahun 2016, pemenang ketiga lomba kreatifitas guru tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017, meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu pada ajang Gurulympics PGRI tahun 2020 Blog untuk profil narasumber silahkan klik...

Bapak Yulius Roma Patandean memasuki ruangan belajar KBMN 28. Beliau menjelasakan bahwa beliau adalah salah satu alumni dari program ini, tepatnya di bulan Maret-April tahun 2020  di Gelombang 9. Moderator lanjut memaparkan materi.

Menulis adalah sesuatu yang unik ketika baru dimulai apalagi kalau belum terbiasa. Ternyata menulis adalah sesuatu yang membuat ketagihan. Menulis harus dibiasakan setiap hari, seperti slogan Omjay yang sudah familiar bagi kita "Menulislah Setiap hari dan Buktikan apa yang terjadi".Semua hal bisa jadi bahan tulisan. Apa yang dilihat, dirasakan, dibayangkan dan bahkan dialami bisa dituliskan. Jika khawatir ide di kepala mudah hilang, mari tuliskan ide melalui blog. Selain menulis di blog pribadi, bisa juga menulis di blog Kompasiana. Pada  tahun 2020, buku pertama yang diterbitkan narasumber adalah buku solo berjudul "Guru Menulis Guru Berkarya" Kontennya adalah materi-materi yang disampaikan para narasumber di Grup WA. Beberapa pertemuan di grup belajar menulis, 

Bapak Yulius Roma Patandean, S.Pd, pernah mengikuti tatangan dari Prof. Richardus Eko Indrajit, yaitu tantangan untuk menulis dalam waktu satu minggu.
Dan hasil dari tantangan menulis satu minggu itu adalah buku yang berjudul *Digital Transformation
Masih di bawah magis Prof. Eko. Berikut tantangan kedua untuk menulis buku dan menghasilkan buku yang berjudul "Filipped Classroom": Luar biasa bukan narasumber pada pertemuan kali ini.

"Langkah menyusun buku secara sistematis" hal ini berkaitan dengan  niat mulia kita yang ingin  menerbitkan buku. Sebelum membahas tentang langkah menyusun buku.  Apa sih pentingnya kita menulis buku ?  Nah saya merangkum sedikit manfaat menulis buku: 

        Manfaat dari menulis buku:  Yaitu  Salah satu sarana untuk memberikan apresiasi pada diri sendiri atas hasil karya yang telah selesai dibuat. Artinya kita pantas menghargai diri kita sendiri. Sebagai personal branding, sehingga memberi motivasi diri untuk lebih berkarya. Juga memberi manfaat kepada orang banyak. Sebagai bukti sejarah bawa kita pernah hidup di dunia ini sehingga kita akan semakin sungguh-sungguh dengan membuat dan menyusun buku secara sistematis.

        Lalu, bagaimana dengan penyusunan dan pengeditan naskah buku tersebut? Semua buku yang ditulis, penyusunan dan pengeditannya narasumber pelajari secara otodidak. Menggunakan versi gratis tanpa aplikasi tambahan yang ada pada Ms Word. Nah, terkait dengan tema malam ini Menulis Buku Secara Sistematis, narasumber akan berbagi pengalaman. Sebenarnya, ada aplikasi yang bisa digunakan agar tulisan naskah buku itu  bisa "sistematis". Ada Zotero dan Mendeley yang populer di kalangan mahasiswa dan akademisi. Narasumber lebih menyukai menggunakan versi gratis Ms Word.

Bagi yang penasaran, ini dia tutorial sederhana  tentang cara membuat tulisan naskah buku sistematis.
https://youtu.be/eePQwyHAcjw  👇👇👇


Cara buat Judul, dan sub judul tulisan pada buku secara otomatis:👇👇👇

Cara membuat indeks pada tulisan berbentuk buku :👇👇👇



        Jika masih ragu-ragu, maka cobalah. Menulis, menyusun dan mengedit naskah buku tidak bisa menjadi ala bisa karena biasa semata tanpa ada percobaan. Dengan mencoba, maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba.  Percobaan mendorong teman-teman untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. Pertanyaannya, apakah sekedar selesai mencoba atau mau melanjutkan? Jika hendak melanjutkan, maka LAKUKAN dengan segera. Praktekkan sekaligus, biarkan mengalir bersama jari-jari mungil teman-teman. Melakukan proses lebih dalam menulis membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya dorongan untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis, susun dan terbitkan.

        Ketika Menulis harus menjadi sebuah budaya. Maka, BUDAYAKAN!  bersama dengan praktek menyusun dan mengedit naskah. Menghasilkan sebuah karya tulisan sederhana tidak bisa tercapai dengan maksimal jika didorong oleh paksaan. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori menulis, menyusun dan mengedit naskah. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam mempraktekkannya.

Demikian resume saya pada pertemuan ke-15 ini. Selamat mencoba dan selamat menyongsong terbitnya buku perdana teman-teman semua, Semangat untuk saya dan teman-teman pesrta KBMN 28.

Salam Literasi
 

Inagt selalu mantra ajaib Omjay "Menulislah Setiap Hari dan Buktikan apa yang terjadi"





Rabu, 08 Februari 2023

Kiat Menulis Pantun

 Resume Ke      : 13

Gelombang ke  : 28

Hari/tanggal     : Senin, 06 Pebruari 2023

Tema                : Kaidah Pantun

Narasumber    : MIFTAHUL HADI, S.Pd

Moderator       : DAIL MA'RUF, M.Pd


Hari tanggal 06 Pebruari 2023  merupakan pertemuan ke- 13 dari 30 pertemuan yag dijadwalkan pada Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 28. Alhadulillah saya saya bisa sampai ke pertemuan ini. Mudah-mudahan saya bisa mneyelsaikan 30 resume yang ditargetkan Omjay dan tim Solid Omjay. Moderator pada pertemuan ini adalah Dail Ma’ruf, M.Pd., Beliau adalah mentor saya dalam menyelsaikan resume KBMN 28 hingga terbit buku solo Insyallah. Narasumber pada pertemuan ini adalah Miftahul Hadi S.Pd. Jika ingin mengenal lebih lengkap tentang narasumber maka silahkan buka  tautan https://anyflip.com/wiirj/cfbd/

Tema Pada pertetemuan kali ini adalah “KIDAH PANTUN”

Pantun salam sapa dari moderator dan narasumber menghangatkan ruang pertemuan hari ini

Bunga sekuntum tumbuh di taman,

Daun salam elok mahkota,

Assalamualaikum saya ucapkan,

Sebagai salam pembuka kata.

 

Menanam padi di musim hujan

Padi ditanam berharap panen

Mari belajar bareng mas hadi kawan

Semoga semuanya berkenan

 

Banjir kanal jembatan patah,

Rimbun semak di pinggir kali,

Salam kenal saya mas Miftah,

Dari Demak berjuluk kota wali.

 

Kalau Puan pergi ke Pasar

Jangan lupa membeli payung

Kalau tuan ingin hatinya Bugar

Jangan lupa membuat pantun

 Pertanyaan pemantik dari narasumber “apa yang ada di benak bapak ibu jika mendengar kata pantun?”

Menurut narasumber bahwa pantun identik dengan suku bangsa Melayu.

·                 Pantun diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda  pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020)

·                 Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampur antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.

Definisi Pantun

·             Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019)

  • ·        Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019)

Kegunaan Pantun

·     Kegunaan pantun itu ternyata banyak sekali. Selain untuk komunikasi sehari-hari pada zaman dahulu. Pantun bisa juga digunakan untuk mengawali sambutan pidato. Bisa juga untuk lirik lagu, perkenalan, menyatakan perasaan, ataupun dakwah bisa juga disisipi pantun.

Ciri-ciri Pantun

·           1 bait pantun terdiri atas empat baris

·           satu baris itu idealnya terdiri atas empat sampai lima kata.

·           satu baris pantun terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata

·           Asal tidak melebihi dua belas suku kata

·           Baris pertama dan kedua disebut sampiran

·           Baris ketiga dan keempat disebut isi

Fungsi Pantun

  • Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.
  •  Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
  •  Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat.
  •  Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata.
  • Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Perbedaan Pantun Dengan Karya Sastra Lain

Cara Mudah Menulis Pantun

  • Memahami kaidah/ciri pantun
  • Menguasai perbendaharaan kata
  • Menulis isi pantun
  • Menulis sampiran pantun

Memahami Kaidah/Ciri Pantun

Memotong rebung pokok kuini,

Menanam talas akar seruntun,

Mari bergabung di malam ini,

Bersama kelas menulis pantun.

Keterangan:

    Pantun di atas terdiri atas empat baris. Baris pertama terdiri atas empat kata, baris kedua terdiri atas empat kata, baris ketiga terdiri atas empat kata, baris keempat terdiri atas empat kata. Baris pertama terdiri atas sepuluh suku kata, baris kedua terdiri atas sepuluh suku kata, b aris ketiga terdiri atas sepuluh suku kata, baris keempat terdiri atas sepuluh suku kataPantun pada umumnya berisi nasihat, nah panuntun dalam bahasa Jawa itu berarti  petunjuk, panuntun, tuntunan, ajaran.

Persajakan Dan Rima Dalam Pantun

·         Rima akhir

Pohon nangka dililit benalu,

Benalu runtuhkan batu bata,

Mari kita waspada selalu,

Virus corona di sekitar kita.

 

·         Rima tengah dan akhir

Susun sejajar bungalah bakung,

Terbang menepi si burung elang,

Merdeka belajar marilah dukung,

Wujud mimpi Indonesia cemerlang.

 

·         Rima awal, tengah dan akhir

Jangan dipetik si daun sirih,

Jika tidak dengan gagangnya,

Jangan diusik orang berkasih,

Jika tidak dengan sayangnya.

 

·         Rima lengkap

Bagai patah tak tumbuh lagi,

Rebah sudah selasih di taman,

Bagai sudah tak suluh lagi,

Patah sudah kasih idaman. 

 Salam Literasi

 

 

 

 

 

 



Konsep Buku Nonfiksi

 Resume Ke-      : 14

Gelombang        : 28

Hari/Tanggal      : Rabu, 08 Pebruari 2023

Tema                  : Konsep Buku Nonfiksi

Narasumber         : MUSIIN, M.Pd

Moderator            : YANDRI NOVITA SARI, S.Pd



Hari ini merupakan pertemuan ke-14 dari 30 pertemuan KBMN PGRI ke-28. Hampir setengah dari seluruh pertemuan. Narasumber hari ini adalah Ibu Musiin, M.Pd dan Moderator adalah Ibu Yandri Novita sari, S.Pd. Pada pertemuan kali ini, Narasumber akan membahas tema "Konsep Buku Nonfiksi.
Fiksi dan nonfiksi tentu dua hal yang berbeda. Perbedaan buku fiksi dan nonfiksi diantaranya bisa ditinjau dari bagian isi buku. Buku fiksi ditulis berdasarkan imajinasi, sehingga isi dari jenis buku ini lebih banyak berupa cerita yang menghibur dan membangkitkan emosi sedangkan non fiksi adalah suatu karangan yang isinya bukanlah imajinasi tetapi merupakan suatu karya seni yang faktual atau mengandung kebenaran.

Tulisan nonfiksi  bersifat objektif dan berbasis data dan fakta. Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya. Telah banyak kita tulisan nonfiksi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa ketakutan yang pernah dialami narasumber ketika mulai menulis yang berhasil dikalahkan adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

  1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran
  2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.Contoh: Buku Panduan
  3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Pola yang dipakai narasumber dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5  langkah, yakni

  1. Pratulis
  2. Menulis Draf
  3. Merevisi Draf
  4. Menyunting Naskah
  5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis
  1. Menentukan tema
  2. Menemukan ide
  3. Merencanakan jenis tulisan
  4. Mengumpulkan bahan tulisan
  5. Bertukar pikiran
  6. Menyusun daftar
  7. Meriset
  8. Membuat Mind Mapping
  9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Berita di media massa
  4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  5. Imajinasi
  6. Mengamati lingkungan
  7. Perenungan
  8. Membaca buku
  9. Survey
  10. Wawancara
Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita.

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini Narasumber  ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62
Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, narasumber  mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be

Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Berikut ini adalah trending topik yang bisa Bapak Ibu gunakan sebagai bahan tulisan Bapak Ibu. Untuk mengetahu suatu topik menarik atau tidak, Bapak Ibu bisa mengecek di Google Trends. Ini hasil penelusuran tentang topik Kurikulum Merdeka. Bapak Ibu bisa melihat bahwa topik tersebut masih cukup tinggi. Ini berarti jika kita menulis topik tersebut, akan diminati banyak orang. Bapak ibu juga membandingkan trend antar topik di google trends. Silakan menggunakan aplikasi ini sebelum menulis. 



Salam Literasi.

Jumat, 03 Februari 2023

Hindari Typo Kuncinya Proofreading

 Resume ke     : 12

Gelombang ke : 28

Hari/Tanggal   : Jum'at, 03 Pebruari 2023

Tema               : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber    : SUSANTO, S.Pd

Moderator       : Helwiyah, S.Pd, M.M.


Hari pertamuan ke-12 KBMN PGRI Gelombang 28. Pertemuan ini tidak kalah pentingnya dengan pertemuan sebelumnya, karena menyangkut kaidah penulisan subuah karya tulis. pertemuan ini akan dipandu oleh Ibu Helwiyah, S.Pd., M.M dan narasumber adalah Bapak Susanto, S.Pd yang akrab disapa Pak DSus
Bu Moderator membuka pertemuan dengan pertanyaan pemantik:  .Pernah Membaca tulisan yang salah ejaan dan typo pengetikan ? Bagaimana rasany Jika kita di posisi penulisnya , apa yang harus dilakukan sebelum  tulisan dipublish Judul.materi malam ini adalah  "Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan '
Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin menumbuhkan rasa ingin tahu dari dalam diri saya 

Bapak narasumber sudah masuk ruang belajar dan seperti biasa menyapa seluruh peserta yang hadir dengan hangat dan berwibawa. Untuk mengeksplorasi konsep terkait materi yang akan dibahas maka narasumber menampilkan salah satu link dari blog peserta yang mengumpulkan resume gelombang 27, untuk mendapat jawaban dari apa, mengapa, bagaimana proofreading.
Berikut adalah link resume :

Jika anda mengunjungi Blog di atas maka anda akan menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut:
  1. Apa pengertian Proofreading?
  2. Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam proofreading?
  3. Mengapa harus melakukan proofreading?
  4. Kapan kita melakukan proofreading?
  5. Apa saja langkah-langkah dalam melakukan profeading?
Berikut adalah buku yang Pak D terbitkan:







        Alat yang digunakan untuk membantu kita melakukan proofreading, tentu saja KBBI dan PUEBI yang sejak 16 Agustus 2022 diganti dengan EYD. Ketetapan itu merujuk pada Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek Nomor 0424/I/BS.00.01/2022 tentang Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Ada beberapa perubahan misalnya: maha- untuk kata yang berkaitan dengan Tuhan. Pada ejaan sebelumnya, aturan penulisan kata terikat maha- ada yang dipisah dan digabung sesuai syarat dan ketentuannya. Sementara pada EYD edisi V, aturan penulisan kata terikat maha- dengan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan, semua ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. Contohnya: Yang Maha Esa, Yang Maha Pengasih, Tuhan Yang Maha Pengampun.

    Proofreading adalah proses peninjauan kembali sebuah teks dilihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Tujuannya adalah guna mengecek kembali bahwa teks atau esai yang akan diserahkan sudah bebas dari kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalaha-kesalahan mendasar lainnya.

        Editing, orangnya disebut editor, memeriksa lebih dari itu. Untuk penerbit Mayor, semoga saya tidak salah, Editor menyesuaikan dengan misi perusahaan penerbitan, standar tulisan. Proofreader  melakukan uji baca pada ttulisan. kembali mengutip laman uptbahasa.untan.ac.id  dibeberapa jurnal, mereka mewajibkan para penulis untuk mem-proofread artikel mereka terlebih dahulu sebelum dikirim ke editor

Salam Literasi.....

Mungkin resume saya perlu  proofreading .... maklum masih belajar..

Featured Post

PELOPOR KOMUNITAS BELAJAR

  PELOPOR K OMUNITAS BELAJAR KKK S 2025 “G110S” (Gugus 01, 10 Se k olah) K e camatan Alas Barat Nama                           : NAS...